Cara Mengatasi Mitos Perangkat Lunak Untuk Menghasilkan Perangkat Lunak Yang Bermutu

Act 3
Unsplash/Software
Mitos, mendengar kata ini mungkin kita berpikir tentang sesuatu yang berbau mistis ataupun yang berbau horor. Tidak seperti mitos yang sering kita dengar, mitos perangkat lunak berbicara tentang kesalahan informasi dan keraguan. Walapun sekadar mitos tetapi masih banyak yang mempercayainya karena sekilas terdengar masuk akal, dan terkadang memiliki unsur kebenaran didalamnya walaupun memiliki keraguan.







Mitos perangkat lunak sendiri terbagi dalam 3 jenis, yaitu : 
1. Mitos Manajemen

Manager
Unsplash/Software

Manajer yang bertanggung jawab terhadap masalah perangkat lunak, seperti para manajer yang kebanyakan disiplin, sering mengalami tekanan karena masalah pengaturan keuangan, menjaga jadwal agar tidak kacau dan peningkatan kualitas. Seperti orang hanyut yang hanya berpegang pada sebuah jerami, manajer perangkat lunak juga berpegang pada kepercayaan didalam mitos perangkat lunak jika mitos tersebut dapat mengurangi tekanan yang mereka rasakan meskipun sifatnya hanya temporal. Dibawah ini adalah mitos yang masih berkembang dipihak manajemen.

Mitos : Kita tidak perlu mengubah pendekatan terhadap pengembangan software, karena jenis pemrograman yang kita lakukan sekarang ini sudah kita lakukan 10 tahun yang lalu.
Realita : Walau hasil program sama, produktivitas dan kualitas software harus ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan software developments.

Mitos : Kita sudah mempunyai buku yang berisi standarisasi dan prosedur untuk pembentukan software.
Realita : Memang buku tersebut ada, tetapi apakah buku tersebut sudah dibaca atau buku tersebut sudah ketinggalan jaman (out of date).

2. Mitos Pelanggan

Customer
Unsplash/Software

Pelanggan yang memesan perangkat lunak komputer mungkin orang yang duduk di meja sebelah, sekelompok teknisi yang ada di tingkat bawah, bagian pemasaran, atau perusahaan lain yang memesan perangkat lunak dengan cara kontrak. Dalam beberapa kasus, pelanggan mempercayai mitos tentang perangkat lunak karena manajer dan para pelaksana yang bertanggung jawab atas masalah perangkat lunak hanya bekerja sedikit saja untuk memperbaiki kesalahan informasi. Mitos ini membawa ke arah pengharapan yang salah (oleh pelanggan) dan ketidakpuasan pengembang. Dibawah ini adalah mitos yang masih berkembang dipihak pelanggan.

Mitos : Pernyataan tujuan umum sudah cukup untuk memulai penulisan program. Penjelasan yang lebih rinci akan menyusul kemudian.
Realita : Definisi awal yang buruk adalah penyebab utama kegagalan usaha-usaha pembentukan software. Penjelasan yang formal dan terinci tentang informasi fungsi performance interface, hambatan desain dan kriteria validasi adalah penting. Karakteristik di atas dapat ditentukan hanya setelah adanya komunikasi antara customer dan developer.

Mitos : Kebutuhan proyek yang terus menerus berubah dapat dengan mudah diatasi karena software itu bersifat fleksibel.
Realita : Memang benar bahwa kebutuhan software berubah, tetapi dampak dari perubahan berbeda dari waktu ke waktu.

3. Mitos Para Praktisi 

Developer
Unsplash/Software

Mitos yang masih dipercaya oleh praktisi perangkat lunak yang sudah dihapus oleh beberapa dekade budaya pemrograman. Seperti yang sudah ditulis sebelumnya dalam bab ini, sel ma masa awal perangkat lunak, pemrograman dilihat sebagai karya seni. Cara dan kebiasaan lama tetap sukar lenyap.Banyak profesionalis perangkat lunak mengakui pemikiran yang keliru dari mitos yang ada. Sayangnya, sikap dan metode yang biasa digunakan mendukung buruknya praktik teknis dan manajemen, bahkan ketika kenyataan perangkat lunak merupakan langkah pertama menuju pendahuluan pemecahan praktis bagi tugas pengembangan perangkat lunak.

Mitos : Tidak ada metode untuk analisa dan testing terhadap suatu pekerjaan, cukup menuju ke depan terminal dan mulai coding.
Realita : Metode untuk analisa desain dan testing diperlukan dalam pengembangan software.

Mitos : Segera setelah sofware digunakan, pemeliharaan dapat diminimalisasikan dan diatasi dengan cara "CATCH AS CATCH CAM".
Realita : Diperlukan budget yang besar dalam maintenance software. Pemeliharaan software harus diorganisir, direncanakan dan dikontrol seolah-olah sebagai suatu proyek besar dalam sebuah organisasi.

Cara Mengatasi Mitos Perangkat Lunak
Terdapat banyak cara untuk mengatasi mitos perangkat lunak, diantaranya sebagai berikut :

1. Mitos Manajemen
Sebagai manajer kita seharusnya selalu meningkatkan produktivitas dan kualitas software kita serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengubah persepsi  mereka terhadap software agar menjadi lebih baik.

2. Mitos Pelanggan
Sebagai pelanggan kita seharusnya aktif melakukan komunikasi dengan pihak pengembang karena tanpa komunikasi tersebut akan menyebabkan kegagalan terhadap pembentukan software.

3. Mitos Para Praktisi
Sebagai praktisi kita seharusnya membuat metode analisa desain  dan testing dalam pengembangan serta kita harus mengorganisir suatu pemeliharaan software seolah itu adalah proyek besar dalam sebuah organisasi. 

Dengan melakukan segala bentuk antisipasi serta mengatasi permasalahan mitos perangkat lunak mulai dari melakukan pengembangan atau meningkatkan produktivitas kualitas software, selalu melakukan komunikasi antara pengembang dengan developer guna mengetahui celah kesalahan atau dapat membuat planning pengembangan software selanjutnya serta selalu mengorganisir dan melakukan pemeliharaan software oleh para praktisi, tentu dalam pembuatnnya diharapkan atau sehingga dapat menghasilkan produk atau software yang bermutu.

Referensi :
https://www.it-jurnal.com/mitos-software/
https://koleksibukukuliah.blogspot.com/2017/08/mitos-pada-perangkat-lunak.html
http://globalwara.blogspot.com/2012/10/mitos-perangkat-lunak.html
https://teknologi.id/insight/mitos-seputar-software-engineering/   

Komentar

Postingan Populer

Kebutuhan Fungsional Dan Non Fungsional

Penjelasan Model-Model Proses Pengembangan Perangkat Lunak

Metode Prototype, Contoh Penggunaan dan Cara Menggunakannya

Metode Extreme Programming, Contoh Penggunaan dan Cara Menggunakannya

Pengujian Perangkat Lunak

Metode RAD, Contoh Penggunaan dan Cara Menggunakannya

Desain Perangkat Lunak

Metode Waterfall, Contoh Penggunaan dan Cara Mengunakannya

Jenis-jenis Perangkat Lunak Atau Software

Elisitasi Kebutuhan